Islam · Pengingat Diri · Review

Review 2 Jam bersama Inspirator & Motivator Kek Jamil Azzaini (1)

Beberapa minggu yang lalu perusahaan tempat saya bekerja mengundang Kek @jamilazzaini untuk berceramah mengenai motivasi kerja ikhlas. Iya banyak follower beliau di twitter memanggil dengan sebutan ’kek’ saya juga tak tahu sejarahnya tapi ya saya ikuti saja hehehe. Kebetulan suami saya yang menjadi panitia untuk menghadirkan beliau ke kantor (yup, saya dan suami sekantor ^^), lumayan mahal juga ternyata tarifnya hampir sama dengan mengundang @aagym, namun @aagym pada saat itu sedang full.

Kek @jamilazzaini mengisi dengan penuh semangat, kadang tertawa, kadang terharu dan kadang membuat hening seketika. Sepertinya Kek @jamilazzaini mempunyai bakat pada storytelling deh😀. Tema yang diangkat adalah sukses mulia dengan energi positif. Beliau mengungkapkan untuk mencapai sukses tersebut, manusia harus menjadi ahli dibidangnya (expert), mampu mengembangkan apa yang dimiliki (aset) dan selalu mengedepankan energi positif (epos). Baik kita bahas satu per satu. Ohya review disini saya dapatkan sebagian dari liputan majalah kantor.

Dengan demikian sukses mulia adalah perpaduan antara expert, aset dan energi positif. Ibarat lomba balap mobil, untuk memenangkan perlombaan, maka harus Pengemudi yang handal adalah expert, mobil yang handal adalah aset dan bahan bakar yang sempurna adalah energi positif.

Rumus sukses mulia yang sangat sederhana ini dalam implementasinya belum tentu sederhana. Seseorang dilihat dari apa yang diperbuat, dan bukan dari apa yang dikatakan, karenanya harus menjadikan lingkungan kita positif.  Expert diperoleh dari kepakaran dalam bidang yang digeluti, aset dari kemampuan dalam mengembangkan apa yang dimiliki, seperti kantor dimana kita bekerja, sedangkan epos (energi positif) harus senantiasa dipelihara agar terus menjadi tabungan untuk dapat menjadi orang sukses.

Energi positif yang dimaksudkan adalah kebajikan seperti kejujuran, keseriusan dalam bekerjja dan membantu sesama dan sebagainya. Energi positif tersebut merupakan tabungan di kemudian hari jika kita menabung energi positif maka kita sendiri yang akan mencairkannya.

Mengingat perkataan Kek @jamilazzaini saya jadi ingat suatu hadis yang menceritakan pencairan energi positif sbb:

Telah menceritakan kepada kami Sa’id bin Abu Maryam telah menceritakan kepada kami Isma’il bin Ibrahim bin ‘Uqbah dia berkata; telah mengabarkan kepadaku Nafi’ dari Ibnu Umar radliallahu ‘anhuma dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda:

“Suatu ketika tiga orang laki-laki sedang berjalan, tiba-tiba hujan turun hingga mereka berlindung ke dalam suatu gua yang terdapat di gunung. Tanpa diduga sebelumnya, ada sebongkah batu besar jatuh menutup mulut goa dan mengurung mereka di dalamnya.

Kemudian salah seorang dari mereka berkata kepada temannya yang lain;

‘lngat-ingatlah amal shalih yang pernah kalian lakukan hanya karena mengharap ridla Allah semata. Setelah itu, berdoa dan memohonlah pertolongan kepada Allah dengan perantaraan amal shalih tersebut, mudah-mudahan Allah akan menghilangkan kesulitan kalian.

Kemudian salah seorang dari mereka berkata;

‘Ya Allah ya Tuhanku, dulu saya mempunyai dua orang tua yang sudah lanjut usia. Selain itu, saya juga mempunyai seorang istri dan beberapa orang anak yang masih kecil. Saya menghidupi mereka dengan menggembalakan ternak. Apabila pulang dari menggembala, saya pun segera memerah susu dan saya dahulukan untuk kedua orang tua saya. Lalu saya berikan air susu tersebut kepada kedua orang tua saya sebelum saya berikan kepada anak-anak saya. Pada suatu ketika, tempat penggembalaan saya jauh, hingga saya baru pulang pada sore hari. Ternyata saya dapati kedua orang tua saya sedang tertidur pulas. Lalu, seperti biasa, saya segera memerah susu. Saya berdiri di dekat keduanya karena tidak mau membangunkan dari tidur mereka. Akan tetapi, saya juga tidak ingin memberikan air susu tersebut kepada anak-anak saya sebelum diminum oleh kedua orang tua saya, meskipun mereka, anak-anak saya, telah berkerumun di telapak kaki saya untuk meminta minum karena rasa lapar yang sangat. Keadaan tersebut saya dan anak-anak saya jalankan dengan sepenuh hati hingga terbit fajar. Ya Allah, jika Engkau tahu bahwa saya melakukan perbuatan tersebut hanya untuk mengharap ridla-Mu,

Maka bukakanlah celah untuk kami hingga kami dapat melihat langit! ‘ Akhirnya Allah membuka celah lubang gua tersebut, hingga mereka dapat melihat langit.

Orang yang kedua dari mereka berdiri sambil berkata;

‘Ya Allah, dulu saya mempunyai seorang sepupu perempuan (anak perempuan paman) yang saya cintai sebagaimana cintanya kaum laki-laki yang menggebu-gebu terhadap wanita. Pada suatu ketika saya pernah mengajaknya untuk berbuat mesum, tetapi ia menolak hingga saya dapat memberinya uang seratus dinar. Setelah bersusah payah mengumpulkan uang seratus dinar, akhirnya saya pun mampu memberikan uang tersebut kepadanya. Ketika saya berada diantara kedua pahanya (telah siap untuk menggaulinya), tiba-tiba ia berkata; ‘Hai hamba Allah, takutlah kepada Allah dan janganlah kamu membuka cincin (menggauliku) kecuali setelah menjadi hakmu.’ Lalu saya bangkit dan meninggalkannya. Ya Allah, sesungguhnya Engkau pun tahu bahwa saya melakukan hal itu hanya untuk mengharapkan ridhla-Mu. Oleh karena itu, bukakanlah suatu celah lubang untuk kami! ‘

Akhirnya Allah membukakan sedikit celah lubang lagi untuk mereka bertiga.

Seorang lagi berdiri dan berkata;

‘Ya Allah ya Tuhanku, dulu saya pernah menyuruh seseorang untuk mengerjakan sawah saya dengan cara bagi hasil. Ketika ia telah menyelesaikan pekerjaannya, ia pun berkata; ‘Berikanlah hak saya kepada saya! ‘ Namun saya tidak dapat memberikan kepadanya haknya tersebut hingga ia merasa sangat jengkel. Setelah itu, saya pun menanami sawah saya sendiri hingga hasilnya dapat saya kumpulkan untuk membeli beberapa ekor sapi dan menggaji beberapa penggembalanya. Selang berapa lama kemudian, orang yang haknya dahulu tidak saya berikan datang kepada saya dan berkata; ‘Takutlah kamu kepada Allah dan janganlah berbuat zhalim terhadap hak orang lain! ‘ Lalu saya berkata kepada orang tersebut; ‘Pergilah ke beberapa ekor sapi beserta para penggembalanya itu dan ambillah semuanya untukmu! ‘ Orang tersebut menjawab; ‘Takutlah kepada Allah dan janganlah kamu mengolok-olok saya! ‘ Kemudian saya katakan lagi kepadanya; ‘Sungguh saya tidak bermaksud mengolok-olokmu. Oleh karena itu, ambillah semua sapi itu beserta para pengggembalanya untukmu! ‘ Akhirnya orang tersebut memahaminya dan membawa pergi semua sapi itu. Ya Allah, sesungguhnya Engkau telah mengetahui bahwa apa yang telah saya lakukan dahulu adalah hanya untuk mencari ridla-Mu. Oleh karena itu, bukalah bagian pintu goa yang belum terbuka! ‘

Akhirnya Allah pun membukakan sisanya untuk mereka.

[ H.R. Imam Al-Bukhari ]

Bagaimana kelanjutannya? Tunggu ya Review 2 Jam bersama Kek Jamil Azzaini (2), soalnya kalau panjang-panjang nanti anda bosan bacanya hehehe…

5 thoughts on “Review 2 Jam bersama Inspirator & Motivator Kek Jamil Azzaini (1)

  1. Assalamu’alaykum

    Saya sudah Pasang Link Blogg ini. Terimakasih

    Btw, saya juga pernah mengikuti seminar motivasi beliau (Jamil Azzaini) di Dompet Dhuafa januari 2010 yang lalu. BAGUS!

  2. Mohon bantuan informasi via email biaya yang harus dikeluarkan untuk mengundang Pak Jamil Azzaini di tahun 2011 sebagai acuan saya ingin mengundang Pak Jamil Azzaini di tahun 2014.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s