tokoh

Bu Risma, Walikota yang terinspirasi oleh kepemimpinan Khalifah Umar Bin Khatab

Pada tanggal 23 November saya termasuk yang beruntung karena berkesempatan hadir pada CEO Forum. Ceo Forum yang diadakan di Hotel Bumi Surabaya ini dihadiri oleh beberapa CEO hebat yaitu Dr. I Ketut Mardjana, ex CEO PT. Pos Indonesia (Persero), Chairul Tanjung, Ignasius Jonan CEO PT. KAI (Persero) Tbk, Dwi Soetjipto CEO PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk dan Walikota Surabaya Tri Rismaharini. Tema CEO Forum saat ini adalah Developing Future Level 5 Leaders” .

Jim Collins dalam buku best sellers-nya, Good to Great (2001), menempatkan Kepemimpinan Level 5 sebagai langkah awal sebuah perusahaan akan mampu menstransformasi kinerjanya dari baik menjadi luar biasa. Pemimpin level 5 merupakan kombinasi kesederhanaan dan kemampuan yang kuat, rendah hati dan tidak kenal takut.

Kelima CEO tersebut memberi paparan fenomenal bagaimana kerberhasilan mereka dalam melakukan transformasi perusahaan. Namun yang paling berkesan bagi saya adalah Bu risma Walikota Surabaya. Kenapa? Karena teori kepemimpinan yang dilakukan Bu Risma belum pernah saya temukan di buku-buku manajemen yang pernah saya baca. Juga ketika ditanya oleh moderator, “ Menurut Ibu leadership level 5 itu seperti apa?”, Bu risma mengaku tidak mengerti level 5 itu seperti apa.

Namun akhirnya saya mengerti ternyata kepemimpinan Bu Risma ada yang mirip dengan kepemimpinan yang dicontohkan oleh Khalifah Umar Bin  Khatab, dari link ini juga saya peroleh bahwa Bu risma benar-benar terinspirasi oleh kepemimpinan Khalifah Umar Bin  Khatab, terutama dari cerita yang sampai ini terus diingat saat di sekolah madrasah dulu dan entah mengapa cerita itu terus diingatnya saat menjadi walikota, yakni cerita seorang ibu yang memasak batu untuk menghibur anaknya. Padahal sang ibu saat itu tidak punya sesuatu untuk dimasak. Bagaimanapun dan selama apapun batu dimasak, maka juga tidak akan matang. Saat itu Khalifah Umar bin Khattab tahu karena blusukan ke kampung-kampung.

Hal yang paling menarik dari penjelasan Bu Risma adalah bagaimana Bu Risma bertekad untuk menutup lokalisasi di Surabaya terutama Dolly yang terkenal sebagai lokalisasi terbesa di Asia Tenggara.

Bu risma bercerita bahwa ketika masa awal-awal menjadi walikota, Beliau didatangi 10 kyai. Kesepuluh kyai tersebut meminta Bu Risma sebagai Walikota Surabaya, meminta untuk menutup lokalisasi terbesar di Surabaya yaitu Dolly. Bu risma saat itu kurang berkenan menjawab dengan gayanya yang khas orang surabaya “Wong bukan saya yang buka, ngapain saya yang tutup.”

Namun pada suatu waktu Bu risma didatangi oleh seorang ibu-ibu. Ibu itu adalah seorang wanita tuna susila yang ingin bertobat. Umurnya sudah 60 tahun. Bu Risma menanyakan kepada Ibu tersebut “ Siapa yang sering menjadi pelanggan bu?”. Jawaban Ibu inilah yang membuat Ibu Risma kaget dan geram.

Dengan tarif sekitar duaribuan rupiah, ibu itu biasa melayani anak-anak SD dan SMP!. Kebayangkan seperti apa generasi kita jika ini terus dibiarkan. Sejak saat itulah Bu Risma bertekad menutup lokalisasi di surabaya, terutama Dolly. Ibu Risma bercerita, beliau langsung yang ke lapangan menutup lokalisasi, ketika sampai di lokalisasi bu risma disambut demo para WTS, namun bu risma tak gentar bu risma langsung menuju demonstran dan berkata “ Mau apa kalian, kalian itu makan darah manusia!”. Begitulah bu risma ternyata bisa tegas “galak” sehingga orang yang menghadapi beliau menjadi segan.

Tapi bu risma pun tidak berhenti disana WTS-WTS tersebut dididik, dilatih, ditampung dan dibuatkan wirausaha. Bu risma juga langsung keluar masuk diskotik, merazia WTS tersebut bersama dengan staf perempuannnya agar WTS tersebut tidak sungkan.

Hal-hal yang menarik dilakukan Bu Risma lainnya adalah menampung anak-anak terlantar, anak-anak nakal, pengemis, bahkan orang-orang gila. Bu Risma pun bercerita anak-anak yang berkebutuhan khusus tersebut ada yang berprestasi dengan meraih penghargaaan di seni lukis di Perancis. Dua orang dari anak nakal yang ditampung pun juga ada yang meraih medali di Sea games. Bu Risma merasa senang ketika anak tersebut berkata “Kami memang tidak punya orang tua, tapi kami punya Bu Risma.” Bu risma juga mempaparkan ketika orang gila yang ditampungnya menjadi sekitar 1000 dari sebelumnya hanya 100an setelah bu Risma melakukan sendiri blusukan ke daerah-daerah surabaya.

Untuk penataan kota Surabaya sendiri tidak perlu diragukan lagi, Surabaya sudah sering mendapatkan penghargaan nasional dan internasional. Bahkan minggu itu ada 3 agenda penerimaaan penghargaan untuk Surabaya termasuk walikotanya, salah satunya adalah penerimaan penghargaan di Jepang.

Salah satu yang unik dari bu Risma adalah sifat beliau yang tidak suka diberitakan dan tidak berambisi menjadi pemimpin. Sudah sering bu Risma menolak pemberitaan dari media. Sebagaimana hadist tentang pemimpin: “Kami tidak menyerahkan kepemimpinan ini kepada orang yang memintanya dan tidak pula kepada orang yang berambisi untuk mendapatkannya. ” (HR. Al-Bukhari no. 7149 dan Muslim no. 1733). Hikmah dari hal ini, kata para ulama adalah orang yang memangku jabatan karena permintaannya, maka urusan orang tersebut akan diserahkan kepada dirinya sendiri dan tidak akan ditolong oleh Allah, sebagaimana sabda Rasulullah kepada Abdurrahman bin Samurah di atas: “Bila engkau diberi tanpa memintanya, niscaya engkau akan ditolong (oleh Allah dengan diberi taufik kepada kebenaran). Namun bila diserahkan kepadamu karena permintaanmu, niscaya akan dibebankan kepadamu (tidak akan ditolong). ” Siapapun yang tidak ditolong maka ia tidak akan mampu. Dan tidak mungkin jabatan itu diserahkan kepada orang yang tidak cakap. (Syarah Shahih Muslim, 12/208, Fathul Bari, 13/133, Nailul Authar, 8/294)

CEO KAI pak Jonan yang saat itu juga hadir menanggapi presentasi bu Risma “Selama saya berurusan dengan 55 pemda di Indonesia, ada 2 pemda yang hebat. Mereka adalah walikota Surabaya dan Gubernur DKI. Semoga bu Risma bisa istiqamah…

Cerita ini meungkin jarang kita dengar, karena bu risma tidak suka diberitakan, semoga bisa bermanfaat dan menginspirasi kita semua…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s